Sabtu, 15 September 2018

PENDEKATAN PENGUJIAN PENGAUDITAN

1. Pendekatan pengujian Sistem Informasi Akuntansi/SPI (the lower assessed level of control risk approach).
    a. Porsi pengujian SPI lebih dominan.
    b. Digunakan pada saat SPI dipandang kuat/efektif dan atau volume transaksi relatif tinggi serta
        SPI kuat.
    c. Didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektifitas pelaksanaan pengauditan.
2. Pendekatan pengujian substantif (substantive approach).
    a. Porsi pengujian SPI lebih dominan pada pengujian saldo akun atau angka penyajian.
    b. Digunakan pada saat SPI dipandang lemah dan atau volume transaksi relatif rendah.

KRITERIA KEWAJARAN PELAPORAN

1. Sesuai dengan bukti pembukuan (bukti transaksi dan dokumen akuntansi).
2. Sesuai dengan bukti pendukung (bukti-bukti yang mendukung validitas transaksi dan dokumen
    akuntansi, seperti bukti konfirmasi, bukti fisik).
3. Sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan.

KERTAS KERJA PENGAUDITAN

1. Sebagai bukti hukum pelaksanaan pengauditan dan kesimpulan hasil pengauditan.
2. Harus lengkap dan relevan.
3. Harus sistematis, baik dalam pembuatan maupun pengarsipan.
4. Harus jelas.

OPINI AUDITOR

Kesimpulan akhir hasil pengauditan laporan keuangan adalah opini atau pendapat auditor.
Klasifikasi Opini Auditor :

  • Opini wajar tanpa pengecualian
  • Opini wajar dengan pengecualian
  • Opini tidak wajar
  • Menolak memberikan opini
Laporan auditor :

  • Laporan bentuk standar, jika opininya wajar tanpa pengecualian (nomor 1).
  • Laporan dengan bentuk tidak standar (departure from standar report), jika opininya selain wajar tanpa pengecualian (nomor 2, 3, dan 4).
Hal penting yang harus dipahami :

  • Pembagian paragraf laporan auditor baik yang berbentuk standar maupun bentuk tidak standar.
  • Redaksional laporan auditor.
  • Pemberian tanggal laporan auditor.
TUJUAN PENGAUDITAN

Tujuan pengauditan adalah untuk memastikan kewajaran pelaporan keuangan, baik dari sisi penyajian, jumlah, maupun kecukupan pengungkapan.

FRAMEWORK PENGUJIAN PENGAUDITAN

Sesuai dengan framework atau rerangka konsep pengujian COSO :

  1. Eksistensi (saldo akun) atau terjadinya (transaksi).
  2. Kelengkapan (pelaporan).
  3. Hak (atas aset) dan kewajiban (atas utang/modal/biaya-biaya) - pengujian cut-off transaksi.
  4. Penilaian (angka penyajian) dan alokasi (klasifikasi transaksi).
  5. Penyajian (sesuai SAK) dan pengungkapan (penjelasan tambahan atas saldo akun).
KLASIFIKASI PENGUJIAN PENGAUDITAN

A. Pengujian SPI/Pengujian Pengendalian/Test of Control - termasuk pengujian TI.
     Tujuan :
      ~ Mengukur kecukupan sistem pengendalian (terhadap proses error dan atau fraud).
      ~ Mengukur efektifitas pengendalian (terhadap proses error dan atau fraud).
      ~ Memprediksi area potensi terjadinya error dan atau fraud.
B. Pengujian Substantif - pengujian atas kewajaran saldo akun atau angka penyajian laporan
     keuangan.

PROSEDUR PENGAUDITAN

Prosedur pengauditan adalah langkah-langkah yang ditempuh oleh auditor untuk mengumpulkan bukti pengauditan dan melakukan pengujian pengauditan. Secara umum proses pengauditan dapat diklasifikasi sebagai berikut :

  1. Prosedur penerimaan penugasan pengauditan.
  2. Prosedur pembuatan dan penandatanganan penugasan pengauditan.
  3. Prosedur perencanaan pengauditan.
  4. Prosedur pemahaman industri klien.
  5. Prosedur pemahaman bisnis klien.
  6. Prosedur pemahaman SPI.
  7. Prosedur pengujian SPI.
  8. Prosedur pengujian substantif.
  9. Prosedur pembuatan kertas kerja pengauditan.
  10. Prosedur pembuatan kesimpulan hasil pengauditan.
Secara detil teknis pengumpulan dan pengujian pengauditan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. Prosedur analitis
  2. Prosedur tracing
  3. Prosedur vouching
  4. Prosedur inspeksi
  5. Prosedur konfirmasi
  6. Prosedur matematis
  7. Prosedur pengerjaan ulang
  8. Prosedur penghitungan
  9. Prosedur wawancara
  10. Prosedur observasi
  11. Prosedur pengauditan berbantuan komputer

NERACA
Komponen dan Sumber Siklus Transaksi

Aset Lancar
  • Kas - Siklus Kas Masuk/Keluar
  • Investasi Sementara - Siklus Investasi Instrumen Keuangan
  • Piutang Dagang - Siklus Pendapatan
  • Uang Muka Biaya - Siklus Pengeluaran
  • Persediaan - Siklus Pengeluaran/Siklus Produksi                                                               
Investasi Jangka Panjang - Siklus Investasi Instrumen Keuangan
Aset Tetap - Siklus Investasi Aset Tetap
Aset Tak Berwujud - Siklus Investasi (Instrumen Keuangan/Aset Tetap)

Utang Lancar

  • Utang Dagang - Siklus Pengeluaran
  • Utang Biaya - Siklus Pengeluaran
  • Utang Gaji/Upah - Siklus SDM
Utang Jangka Panjang - Siklus Pendanaan
Modal - Siklus Pendanaan


LAPORAN LABA-RUGI
Komponen dan Sumber Siklus Transaksi

Komponen :                                                    
Penjualan (perusahaan dagang)                        
Pendapatan Jasa (perusahaan jasa)                      
Beban/biaya operasional                                      
Pendapatan Bunga/Pendapatan Dividen              
Biaya Bunga/Pembagian Dividen
Pendapatan/beban/rugi lain-lain                          

Sumber Siklus Transaksi :
Siklus Pendapatan
Siklus Pendapatan
Siklus Pengeluaran
Siklus Investasi
Siklus Pendanaan
Penghentian Siklus Investasi Aset Tetap/Siklus Investasi Instrumen Keuangan

Minggu, 09 September 2018

PENGAUDITAN II
  • Siklus Transaksi
1. Siklus Pendanaan
    Adalah siklus transaksi yang berhubungan dengan kegiatan pendanaan baik melalui utang jangka panjang maupun penerbitan saham. Siklus pendanaan mencakup :
       a. Transaksi utang leasing
       b. Transaksi angsuran periodik utang leasing
       c. Transaksi penyesuaian beban/utang bunga atas utang leasing pada akhir periode akuntansi
       d. Transaksi utang obligasi, dijual dengan premium atau diskonto
       e. Transaksi pembayaran bunga obligasi dan amortisasi premium atau diskonto obligasi, dll.
Tujuan pengauditan siklus pendanaan adalah menguji kebenaran dan kewajaran asersi manajemen tentang transaksi pendanaan. Asersi manajemen adalah pernyataan manajemen dalam bentuk saldo akun dalam laporan keuangan. 
2. Siklus Investasi Instrumen Keuangan
    Adalah siklus transaksi yang meliputi investasi saham dan investasi obligasi. Dalam kenyataannya masih terdapat berbagai bentuk investasi lainnya seperti, surat-surat berharga dan berbagai bentuk penanaman modal lainnya. Siklus investasi mencakup :
       a. Obligasi (Invesment in stock)
       b. Saham (Invesment in stock)
Tujuan pengauditan siklus investasi adalah memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan investasi, membuktikan bahwa saldo investasi mencerminkan kepentingan klien dan mencerminkan keterjadian transaksi investasi, membuktikan kelengkapan  kelengkapan transaksi yang dicatat dan kelengkapan saldo investasi dineraca, dan lain-lain. 
3. Siklus SDM
    Adalah aktivitas bisnis yang berulang dan operasi pemrosesan data yang terkait dengan manajemen yang efektif atas tenaga kerja. Aktifitas dalam siklus SDM adalah perekrutan dan kontrak kerja, pelatihan, penugasan pekerjaan, kompensasi (penggajian), evaluasi kinerja, dan pemutusan hubungan kerja. 
4. Siklus Pengeluaran
    Adalah aktivitas bisnis yang berulang dan operasi pemrosesan data yang terkait dengan pembelian dan pembayaran barang/jasa.
5. Siklus Produksi/Konversi
    Adalah aktivitas bisnis yang berulang dan operasi pemrosesan data yang berhubungan dengan  pengkonversian sumber daya input, seperti bahan baku, tenaga kerja, dan overhead menjadi barang jadi atau jasa untuk dijual. Kegiatan pokok siklus konversi adalah perencanaan produksi, permintaan bahan baku, penugasan karyawan, akuntansi biaya, dan penyimpanan barang.
6. Siklus Pendapatan
    Adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut. Aktivitas bisnis siklus pendapatan adalah penerimaan pesanan dari para pelanggan, pengiriman barang, penagihan dan piutang usaha, dan penagihan kas.
7. Siklus Kas
    Dihasilkan dari pengaruh kumulatif siklus pendapatan, pengeluaran, produksi, personalia, investasi, dan pendanaan.
8. Siklus Investasi Aset Tetap
    Adalah siklus transaksi yang berhubungan dengan seluruh transaksi yang berhubungan dengan aset tetap, mulaidari perolehan aset aset tetap sampai dengan penghentian aset tetap.